SEKILAS INFO : bagi para semeton yang memiliki artikel dan layak untuk diketahui oleh kita semua khususnya tentang kebhujanggaan mohon kiranya dapat di kirim lewat e-mail ke : ngurah7wirawan@yahoo.co.id untuk diposting pada blog ini. suksma.

Jumat, 19 Maret 2010

Laporan Realisasi Kegiatan tahun 2009



Drs. I Komang Wiasa,M.Si
( Moncol Maha Warga Bhujangga Waisnawa Kabupaten Jembrana )

1. Pendahuluan.
Semenjak terbentuknya kepengurusan Moncol Maha Warga Bhujangga Waisnawa Kabupaten Jembrana untuk masa bakti 2006 – 2011 ,pada tanggal 12 Maret 2006 kepengurusan Moncol Maha Warga Bhujangga Waisnawa Kabupaten Jembrana diawali dengan menyusun program kerja tahun 2006-2011, disamping itu telah dilakukan konsolidasi organisasi kepengurusan Maha Warga Bhujangga Waisnawa yang ada di kemancaan masing – masing, yaitu : Kemancaan Melaya, Kemancaan Negara, Kemancaan Mendoyo dan Kemancaan Pekutatan, serta dilengkapi dengan kepengurusan kemancaan.

2. Program Kerja.

Progran Kerja Moncol Maha Warga Bhujangga Waisnawa Kabupaten Jembrana untuk masa bakti 2006 – 2011 meliputi 3 ( tiga ) bidang yaitu : Pharayangan, Pawongan dan Pelemahan.

a. Bidang Pharayangan :

Program Bidang Pharayangan meliputi :
1. Memelihara Pura/Merajan.
2. Memfungsikan Pura untuk Atma Kertih dan Jatma Kertih.
3. Pendataan Sejarah Pura, Tegak Odalan dan Status Tanah.

b. Bidang Pawongan :

Program Bidang Pawongan meliputi :
1. Pendataan Keluarga.
2. Penggalian Jati Diri.
3. Kunjungan moncol ke dadia saat odalan.
4. Rsi Yadnya ( Pediksaan dan Mepulang Lingga ).
5. Pembangunan Pesraman Waisnawa.
6. Pemaanfatan Web Site ( Situs Waisnawa : www.bhujanggawaisnawa.com. ).

c. Bidang Pelemahan :

Program Bidang Palemahan meliputi :
1. Penguatan daya beli keluarga.
2. Pemeliharaan Lingkungan Hidup dan Taman Gumi Banten.

3. Realisasi Kegiatan Dalam Tahun 2009.

Terhadap program Kerja yang telah disusun untuk masa bakti 2006 – 2011 seperti yang telah diuraikan diatas,maka sebagian besar telah dapat dilakukan.Berikut ini kami sampaikan capaian realisasi terhadap program kerja yang telah disusun anatar lain :
a. Bidang Prahayangan :

1. Memelihara Pura/Merajan.

Pemeliharaan terhadap pura atau merajan yang ada di masing – masing dadia yang ada telah dapat dilakukan dengan cara bergotong royong diantara pengemong masing – masing dadia. Berkaitan dengan salah satu tugas pretisentana bhujangga waisnawa, yaitu memelihara warisan/tetamian leluhur ,maka untuk di Kabupaten Jembrana telah diwujudkan dengan membangun sebuah pura di bekas peninggalan pesraman Ida Maharsi Markhandeya yang ada di Desa Gumbrih, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, yang diberi nama “ Pura Teledu Nginyah “, yang lokasinya berada disebelah Utara Griya Batur Suci – Gumbrih.
Pelaksanaan pembangunan Pura Teledu Nginyah ini diawali dengan melakukan pembentukan Panitia, dilanjutkan dengan mendak ke payogan Ida Maharsi Markhandeya di Gunung Raung Jawa Timur , kemudian melaksanakan upacara pengeruakan oleh Ida Rsi Dharma Santika dari gria Batur Suci – Gumbrih, setelah itu tangkil ke Pura Bukit Senunggal untuk mohon restu agar segala pembangunan dapat berjalan dengan lancar . Selanjutnya untuk merealisasikan pembangunan pura dari segi pendanaan kami melakukannya secara gotong royong berdasarkan keiklasan punia para semeton, dengan melakukan sosialisasi serta menyebarkan surat edaran mohon punia, yang telah disampaikan kepada para semeton Maha Warga Bhujangga Waisnawa yang ada di seluruh Bali melalaui pengurus Moncol Pusat Maha Warga Bhujangga Waisnawa di Denpasar. Kami tidak menyangka atas asung kerta wara nugraha leluhur ,ternyata respon yang sangat positif telah berdatangan, ditandai dengan banyaknya punia yang telah kami terima tidak saja dari para semeton Maha Warga Bhujangga Waisnawa yang ada di Kabupupaten Jembrana, tetapi dari para semeton Maha Warga bhujangga Wasinawa yang ada di seluruh Bali, termasuk para semeton pengurus Moncol Pusat Maha Warga Bhujangga Wasinawa yang ada di Denpasar. Jumlah punia yang telah himpun sampai dengan akhir tahun 2009 sebanyak Rp. 367.000.000,- ( tiga ratus enam puluh tujuh juta rupiah ) jumlah tersebut belum termasuk punia bahan – bahan bangunan serta ayah – ayahan yang dilakukan oleh para semeton secara bergilir bersama semua dadia yang ada di Kabupaten Jembrana selama proses pembangunan. Sampai dengan saat ini telah berdiri bangunan antara lain : pelinggih Padamsana di beji, sedangkan di luhur telah dibangun antara lain : Padma Naba/Padma Ngelayang/Padama Rong Tiga, pelinggih Sapta Petala, Bale Pewedaan, Meru Tumpang Tiga ( sedang dalam proses penyelesaian ) dan pelinggih penunggun Karang, yang semuanya merupakan punia dari para semeton. Kami menyadari bahwa proses yang telah kami lakukan membutuhkan : waktu yang cukup lama, tenaga, pikiran , dari proses pembebasan tanah sampai terwujudnya bangunan yang ada sampai sekarang, hal ini bukanlah sebagai penghalang bagi kami , tetapi merupakan salah satu cara kami untuk bhakti kepada leluhur . Melalui laporan ini kami mewakili para semeton Maha Warga Bhujangga Waisnawa kabupaten Jembrana mengucapkan terima kasih atas dukungan moril, materiil serta sumbangan pemikiran yang telah diberikan kepada kami dalam mewujudkan salah satu tugas suci memelihara tetamian leluhur. Untuk melanjutkan pembangunan dan upacara piodalan di pura Teledu Nginyah ini tanggung jawab diemban oleh pengurus kemoncolan Maha Warga Bhujangga Waisnawa Kabupaten Jembrana bersama para semeton Maha Warga Bhujangga Waisnawa di Kabupaten Jembrana. Disamping itu telah ditetapkan piodalan di pura Teledu Nginyah yang jatuh setiap Redite Pemelastali. Untuk melanjutkan pembangunan keperluan bangunan pelengkap lainnya kami mempersilahkan bagi para semeton Maha Warga Bhujangga Waisnawa dimanapun berada yang ingin mepunia dapat menyalurkannya punianya melalui Rekening “ Pura Teledu Nginyah Desa Gumbrih “ BPD Pekutatan dengan Nomor Rekening : 042.02.22.15126-0, atau langsung ke Bendahara panitia pembangunan Pura Teledu Nginyah Gumbrih.

2. Memfungsikan Pura Untuk Atma Kertih dan Jatma Kertih.

Program memfungsikan Pura untuk Atma Kertih telah dilakukan ditandai dengan setiap upacara piodalan di dadia dan merajan masing – masing semakin hari semakin dipenuhi oleh para bhakta yang tangkil sebagai wujud bakti umat kepada para leluhur maupun para dewa sebagai manisfestasi Ida Shangyang Widi Wasa untuk memperoleh penerangan suci.Sedangkan memfungsikan pura untuk Jatma Kertih adalah diwujudkan dengan melakukan persembahan bakti dalam bentuk bergotong royoyng membangun tempat suci, pemerajan maupun peninggalan/tetmian lelahur seperti yang tengah dilakukan sekarang di Pura Teledu Nginyah – Gumbrih.Keberadaan Pura Teledu Nginyah ini bukan saja untuk semeton Maha Warga Bhujangga Waisanawa saja namun bagi semua umat hindu.

3. Pendataan Sejarah Pura, Tegak Odalan dan Status Tanah.

Program pendataan sejarah pura, tegak odalan dan status tanah telah dilakukan oleh pengempon masing – masing dadia yang ada dan untuk status hukum tanah sebagian besar sudah jelas keberadaannya. Khusus untuk sejarah pura Teledu Nginyah – Gumbrih telah diterbitkan buku sejarah pura Teledu Nginyah yang merupakan satu kesatuan dengan pura teledu nginyah yang ada di tepi pantai sekarang ini. Sedangkan untuk satatus hukum tanah Pura Teledu Ngiyah sekarang masih dalam proses penyelesaian sertifikat di Camat Pekutatan, Kabupaten Jembrana. sedangkan untuk tegak odalan telah ditetapkan setiap Redite Pemelastali. Untuk upacara pemelaspas baru tahap pemelaspas alit saja, kalau tidak ada halangan rencana pada odalan yang akan datang akan dilaksanakan pendem pedagingan dan sekaligus upacara pemelaspasan terhadap semua bangunan yang ada.

b. Bidang Pewongan.

1. Pendataan Keluarga.

Program ini telah dilakukan khususnya melalui dadia – dadia yang ada serta pemerajan setempat, kedepan akan disempurnakan untuk dibuatkan database semeton Maha Warga Bhujangga Waisnawa Kabupaten Jembrana, untuk mengetahui jumlah para semeton Maha Warga Bhujangga Wasinawa yang ada di Kabupaten Jembrana serta mutasinya.

2. Penggalian Jati Diri.

Program ini dilakukan dengan menyalin lontar – lontar kedalam huruf latin, melaksanakan dharma wacana saat ada upacara piodalan, disamping itu menerbitkan beberapa buku yang dihimpun dari berbagai sumber, terkait dengan pembangunan jati diri bhujangga waisnawa antara lain : Buku Jati Diri Bhujangga Waisnawa, Buku Sejarah Bhujangga Waisnawa, Buku Mengenal Jatidiri Vaisnawa, Buku Vaisnawa Dharma ( Warisan Leluhur Kita ) ,Buku Gunung Raung – Banyuwangi Warisan Spiritual Hindu Yang Pernah Dilupakan , Buku Perjalanan Suci Ida Maharsi Markhandeya di Bali ( Jejak Perjalanan Para Leluhur Bhujangga Waisnawa di Bali ),dan Buku Sejarah Pura Teledu Nginyah Desa Gumbrih, Kecamatan Pekutatan Kabupaten Jembrana.

3. Kunjungan Moncol ke Dadia Setiap Odalan.

Program ini telah dilakukan dengan melaksanakan kunjungan ke semeton Maha Warga Bhujangga Waisnawa ketika odalan di pemerajan maupun pada odalan di pura setempat, hal ini dilakukan disamping untuk mempererat tali pesemetonan juga dimanfaatkan untuk memberikan dharma wacana dengan materi pokok membangun jati diri bhujangga waisnawa, menyampaikan program moncol, menyampaikan sejarah keberadaan bhujangga waisnawa di Bali serta informasi lainnya berkaitan dengan pembangunan kebhujangaan di Kabupaten Jembrana.

4. Rsi Yadnya.

Program Rsi Yadnya yang dilakukan adalah dengan melakukan pediksaan,ngelinggihan weda dan mapulang lingga terutama tonggak griya yang diawali dengan mepulang lingga Ida Bhujangga Rsi Hari Anom Palguna Griya Batur Desa Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, pediksan : Ida Bhujangga Rsi Widya Sara, griya Petamon,Kelurahan Beler Bale Agung, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana pada hari Senin tanggal 9 Oktober 2006 yang dilanjutkan dengan Ngelinggihan Weda pada tanggal 20 Nopember 2006 serta mepulang lingga tanggal 10 Oktober 2008 dan kemudian pediksan Ida Bhujangga Rsi Dharma Santika, Griya Batur Suci, Desa Gumbrih Kecamatan, Pekutatan Kabupaten Jembrana pada tanggal 26 Maret 2007, ngelinggihang weda pada tanggal 7 Mei 2007 serta mapulang lingga tanggal 6 Mei 2009.Sehingga semua tonggak giya yang pernah ada sekarang sudah semuanya ada yang melinggih.Keberhasilan program ini disamping atas kemauan dan kewajiban ida rsi yang ada di masing – masing griya, dukungan para angga griya, tetapi tidak kalah pentingnya dukungan dari para semeton Maha Warga Bhuujangga Waisnawa serta semeton pendamping griya. Semua pekerjaan yang kami lakukan didasari oleh gotong royong sebagai wujud pengamalan Rsi Yadnya, sehingga biaya yang diperlukan tidak terlalu banyak serta kami melakukannya dengan sederhana namun tidak mengurangi intinya.

5. Pembangunan Pesaraman Waisnawa.

Program ini telah dilakukan yang diawali dengan peresmian Pasraman ”Agung Giri Taman” di Griya Batur, Desa Tegal Cangkring, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana pada tanggal 10 November 2007 yang diresmikan oleh Ketua PHDI Kabupaten Jembrana. Peresmian pasraman ini bertepatan dengan hari Saraswati, di mana pada hari Sabtu Umanis Watugunung merupakan moment yang sangat tepat bagi umat Hindu menerima wahyu ilmu pengetahuan, dihadiri juga oleh Rsi Bhujangga Waisnawa seluruh Bali, Sri Empu, Bhagawan, Padanda, pamangku, Bupati Jembrana dan Ketua PHDI Kabupaten Jembrana. Pasraman Agung Giri Taman saat diresmikan sudah memiliki 30 orang sisya dan sudah dinyatakan lulus dan dianggap mampu melaksanakan tugas-tugas kepamangkuan juga srati sebanyak 24 orang. Disamping itu juga telah terbentuk Pesraman “ Waisnawa “ dengan sekretariat jalan Arjuna No. 2 , Desa Baluk ,Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana ( rumah guru Moncol Maha Warga Bhujangga Wasinawa Kabupaten Jembrana ) serta memfungsikan griya lainnya sebagai pesraman.


6. Pemanfaatan Web Site www.bhujanggawaisnawa.com

Program pemanfaatan web site ini tidak dapat dilakukan karena web site milik moncol pusat ini sudah tidak aktif lagi, tetapi untuk pemanfaatan kemajuan dibidang informasi tehnologi ( IT ) dalam pengembangan kebhujanggan di Kabupaten Jembrana, Sekretariat Moncol Maha Warga Bhujangga Waisnawa Kabupaten Jembrana telah merilis sebuah blog yang diberi judul Pesraman “ Teledu Nginyah“ Jembrana, dengan alamat blog : http://putungurahwirawan.blogspot.com/, dan telah memposting beberapa tulisan seperti : Perjalanan Suci Ida Maha Rsi Markhandeya di Bali, Sejarah Pura Teledu Nginyah dan Perjalanan Suci Ida Rsi Madura di Bali .Disamping itu sekarang sedang di bangun web site dengan judul “ Forum komunikasi Pratisentana Bhujangga Waisnawa “ dengan alamat situs : http://bhujanggawaisnawa.indonesianforum.net/. Pemanfaatan lain bidang informasi tehnologi juga dilakukan melalui E- Mail maupun Facebook untuk menginformasikan tentang kegiatan keluarga besar bhujangga waisnawa Kabupaten Jembrana seperti hari piodalan di pura dan lain sebagainya. Dengan telah dibangunnya web site maupun blog diatas kami mengharapkan jika ada informasi yang perlu disebarkan kepada para semeton dapat mengirimkan naskah, artikel dan tulisan lainnya yang mengangkat kiprah dan keberadaan bhujangga waisnawa untuk di posting kedalam situs maupun blog yang telah dibuat, melalui e-mail Moncol Maha Warga Bhujangga Wasinawa : wskomang@yahoo.com atau sekretaris moncol dengan e-mail : ngurah7wirawan@yahoo.co.id.

c. Bidang Pelemahan.

1. Penguatan Daya Beli Keluarga.

Program ini telah dilakukan ditandai dengan pembentukan koperasi yang diberinama ” Koperasi Tani Jamur Organik “ pada tanggal 5 Maret 2010 di Desa Gumbrih, Kecamatan Pekutatan Kabupaten Jembrana yang beranggotakan sebanyak 30 orang seluruhnya dari para semeton Maha Warga Bhujangga Waisnawa Kabupaten Jembrana , sedangkan badan hukumnya masih dalam proses penyelesaian, bergerak dalam usaha Jamur organik, bidang jasa, simpan pinjam dan jual beli hasil bumi. Penguatan daya beli yang lain yang dilakukan adalah dengan merekrut para semeton disekitar griya yang mempunyai keahlian dalam membuat upakara banten untuk melayani umat yang masing – masing dikoordinir oleh anga griya ,sehingga akan memberikan tambahan penghasilan sekaligus untuk mempraktekan dan melestarikan warisan leluhur dalam hal pembuatan upakara banten.

2. Pemeliharaan Lingkungan Hidup dan Taman Gumi Banten.

Program ini telah dilakukan terutama dilingkungan griya untuk menanam tumbuhan yang diperlukan dalam keperluan yadnya, hal ini sesuai dengan salah satu tugas bhujangga waisnawa, yaitu memelihara alam, sehingga dengan program ini ketersediaan keperluan untuk yadnya dapat terjaga dengan baik. Rencana ke depan di areal nista mandala Pura Teledu Ngiyah – Gumbrih akan dikembangkan untuk penanaman tumbuh – tumbuhan langka yang sangat diperlukan untuk kepentingan yadnya untuk mendukung kelestarian lingkungan dan Taman Gumi Banten.

4. Kegiatan Griya – Griya di Kabupaten Jembrana.

Semenjak dilaksanakan pediksaan, ngelinggihang weda dan mapulang lingga pada griya bhujangga waisanawa di Kabupaten Jembrana, keberadaan sulinggih Bhujangga Waisnawa semakin diperhitungkan, hal ini ditandai dengan banyaknya permintaan untuk melakukan muput karya, terutama upacara Bhuta Yadnya serta dharma wacana dan kegiatan lain seperti melukat di griya dan lain sebagainya. Di Kabupaten Jembrana sekarang telah ada 3 ( tiga ) griya, Dalam menjalankan dharma lokapalasraya diadakan semacam pembagian tugas, seperti : Ida Bhujangga Rsi Hari Anom Palguna griya Batrur – Tegalcangking disamping muput di wilayah Kabupaten Jembrana, di wilayah Bali , juga sering muput di sebagian besar wilayah Indonesia seperti : Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Papua dan daerah lainnya di Indonesia, sekaligus tugas ida mengadopsi pembaharuan dibidang kehidupa beragama. Sedangkan Ida Bhujangga Rsi Widya Sara griya Petamon – Negara disamping melayani umat hindu di kabupaten Jembrana juga banyak memperoleh permintaan muput sekaligus dharma wacana di Jawa Timur khususnya di daerah Banyuwangi dan Surabaya serta Jawa Tengah. Dalam melaksanakan kewajiban beliau di luar Bali ini disamping muput juga menyiapkan untuk keperluan banten bersama serati dan pakerti griya. Untuk kegiatan beliau di luar Bali yang telah dilakukan adalah :

1. Muput upacara ngenteg linggih di Pura Desa Patoman, Rogojampi, Banyuwangi.
2. Muput upacara pemelaspas di Pura Giriwono ,Jajak ,Banyuwangi.
3. Muput upacara pemelaspas di Pura Tegaldelimo, Banyuwangi.
4. Menyelenggarakan dan muput upacara ngenteg linggih di Pura Jala Sidi Amerta, Surabaya.
5. Muput upacara Tawur ke Sanga di Candi Prambanan ,Jawa Tengah.
6. Muput upacara pemelaspas di Pura Gunung Serawet, Jajak, Banyuwangi.
Sedangkan Ida bhujangga Rsi Dharma Santika griya Batur Suci – Gumbrih banyak memperoleh permintaan untuk muput yadnya selain di Kabupaten Jembrana, jugai di wilayah Singaraja, Tabanan, Badung dan Denpasar. Jumlah kegiatan Ida Bhujangga Rsi Dharma Santika untuk tahun 2009 sebanyak 236 kali dengan rincian kegiatan : umum ( termasuk dharma wacana ) sebanyak 126 kali dan kegiatan muput sebanyak 110 kali, sedangka jumlah total kegiatan dari saat Ida melinggih tahun 2007 sampai tahun 2009 sebanyak 508 kegiatan dengan rincian : kegiatan umum sebanyak 293 kali dan muput sebanyak 215 kali . Materi dharma wacana yang sering disampaikan oleh Ida bhujangga Rsi Dharma Santika saat muput yadnya adalah tentang: perkawinan, pecaruan, memelihara peninggalan leluhur, nangluk merana, ngenteg linggih, bhuta yadnya, daksina dan suddhi wadani, dengan total peserta sekitar 1.240 orang. Selain muput dan dharma wacana juga telah dilakukan pengabenan kolektif secara periodik setiap 2 ( dua ) tahun sekali di griya Petamon – Negara, sehingga dapat menghemat biaya dan bagi yang kurang mampu dapat melaksanakan upacara pitra yadnya, melaksanakan bayuh oton setiap hari tumpek wayang kepada umat hindu yang ada di Kabupaten Jembrana khususnya yang lahir pada tumpek wayang, bertempat di Griya Batur Tegalcangkring. Disamping itu untuk mempererat pesemotonan antar griya telah pula dilaksanakan pertemuan antar Ida Bhujangga Rsi di ke tiga griya secara bergilir membahas masalah yang terkait dengan kebhujanggaan dengan para pengurus kemoncolan serta semeton welaka.

5. Kegiatan Kelompok Serati dan Pakerti.

Realisasi kegiatan di bidang serati dan pakerti di Kabupaten Jembrana ditandai dengan telah terbentuknya kelompok serati dan pakerti pada tanggal 27 Juli 2008 yang diberinama “ Kelompok Serati dan Pekerti Banten Waisnawa “ dengan sekretariat di Griya Petamon – Negara, beranggotakan sebanyak 79 orang dan telah mengikuti pelatihan seperti : pelatihan membuat banten upacara panca yadnya , diklat Taru Premana serta pelatihan merangkai janur yang ada kaitannya dengan keperluan yadnya.

6. Kegiatan Kesekretariatan Moncol.

Semua kegiatan yang dilakukan kemoncolan Maha Warga Bujangga Waisnawa di Kabupaten Jembrana tidak lepas dari peranan kesekretariatan. Untuk menunjang semua program yang telah disampaikan diatas telah dilakukan kegiatan surat menyurat yang telah terealisasi sebanayk 86 Jenis surat, melaksakan kegiatan pertemuan antar pengurus moncol dan kemancaan serta dengan angga griya termasuk dengan Ida Rsi secara berkala di ketiga griya atau saat ada permasalahan yang perlu dibahas bersama, menyelenggarakan rapat – rapat membahas tentang pembangunan pura, khususnya untuk pembangunan Pura Teledu Nginyah yang frekuensinya cukup banyak, menerbitkan buku – buku kebhujanggan seperti yang telah diuraikan diatas, melaksanakan pertemuan dengan pengurus Moncol Pusat Maha Warga Bhujangga Waisnawa. Semua kegiatan tersebut dilaksanakan dengan model ngayah yang selalu kami kembangkan di Kabupaten Jembrana.

Demikianlah secara ringkas Laporan Realisasi Kegiatan yang dapat kami sampaikan.
Terima kasih.

Negara, 17 Maret 2010
Moncol Maha Warga Bhujangga Waisnawa
Kabupaten Jembrana,

Drs. I Komang Wiasa, M.Si

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar